Mahasiswa Apresiasi Upaya Green Campus UIN Jakarta, Soroti Pemerataan Fasilitas

Gedung Kemahasiswaan, Perspektif Mahasiswa – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tercatat meraih peringkat ke-238 di dunia dan ke-31 di Indonesia dalam UI GreenMetric World University Rankings 2025, pemeringkatan global yang menilai komitmen kampus terhadap keberlanjutan lingkungan. Penilaian itu didasarkan enam indikator, yakni infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, air, transportasi, serta pendidikan dan penelitian. Di sisi lain, mahasiswa menilai implementasi program green campus sudah mulai terlihat, meskipun belum merata di seluruh fasilitas kampus. 

Mahasiswi Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan UIN Jakarta, Safira Putri Sukandar, memberikan pandangan terkait implementasi green campus di UIN Jakarta. Ia menilai, berbagai program sudah mulai dijalankan seperti pengelolaan sampah dan penyediaan fasilitas pendukung lingkungan, meskipun masih memerlukan penguatan serta pemerataan agar lebih optimal.

Safira menjelaskan, green campus merupakan konsep kampus yang ramah lingkungan dengan dukungan fasilitas berkelanjutan. Menurutnya, penyediaan transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sampah, dan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mewujudkannya. 

“UIN Jakarta belum sepenuhnya menerapkan green campus meskipun sudah ada beberapa program yang mendukung,” ucapnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (21/4/2026).

Hal serupa disampaikan oleh mahasiswa Prodi Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fitria Muthmainnah, yang akrab disapa Fitmut. Menurutnya, kampus telah menunjukkan komitmen menuju lingkungan yang lebih berkelanjutan. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. 

“UIN Jakarta sudah sudah ke arah green campus, tapi belum merata. Masih ada beberapa aspek yang belum mencerminkan konsep tersebut,” hal itu disampaikan melalui pesan WhatsApp, Senin (20/4/2026) 

Fitmut memahami green campus sebagai konsep yang tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi mencakup pengelolaan sumber daya secara menyeluruh. Menurutnya, aspek seperti pengelolaan sampah, efisiensi energi, dan penyediaan fasilitas ramah lingkungan menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan.

“Green campus itu bukan cuma soal banyak pohon, tapi juga pengelolaan sampah, hemat energi, penggunaan air, dan fasilitas yang mendukung mahasiswa,” tuturnya.

Fitmut menambahkan,  di sisi lain, sosialisasi terkait green campus masih dapat ditingkatkan agar pemahaman mahasiswa semakin merata. Dengan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan kesadaran mahasiswa terhadap lingkungan dapat terus berkembang.

“Sosialisasi soal green campus masih jarang, jadi banyak mahasiswa yang belum terlalu aware,” ujarnya.

Dalam mendukung green campus, Fitmut menekankan pentingnya kontribusi mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengupayakan hal kecil yang dinilai dapat memberikan dampak positif jika dilakukan secara konsisten.

“Mahasiswa bisa berkontribusi dari hal kecil seperti mengurangi plastik, membawa tumbler, dan hemat listrik,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pembiasaan perilaku ramah lingkungan yang didukung fasilitas memadai. Menurutnya, sinergi antara kebijakan kampus dan kebiasaan mahasiswa menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Kebiasaan yang perlu diubah itu penggunaan plastik sekali pakai, buang sampah sembarangan, dan boros listrik. Pihak kampus perlu lebih tegas dan menyediakan fasilitas memadai agar mahasiswa terbiasa,” pungkasnya. 

Reporter: Dinda Maulida |Editor: Muhammad Naufal Waliyyuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *